Dalam waktu dekat ini, anak-anak sekolah sudah dapat
dipastikan sibuk dengan persiapan menghadapi ulangan akhir semester. Sebagai
orang tua, tentunya kita juga menginginkan mereka memperoleh hasil yang terbaik
dan membanggakan.
Namun kadangkala keterlibatan orang tua dalam mempersiapkan
anak menghadapi ujian juga berujung
"perang" (
kayak mahabharata saja ya? hehe.. ). Pertengkaran kecil biasa terjadi karena
perbedaan cara pandang antara orang tua dengan anak. Orang tua lebih senang
anak harus begini..harus begitu.. tanpa mau memahami sebenarnya anak memiliki
gaya belajar sendiri. Namun kadangkala anak memang bawaannya sudah malas
sehingga memaksa orang tua untuk campur tangan supaya mereka mau belajar. Saya
tidak akan membahas masalah
"perang" ini.. hehe..,
namun saya akan memberikan
10 tips belajar efektif menghadapi ulangan
akhir semester yang saya rangkum dari beberapa sumber, paling tidak
bisa dijadikan acuan.
Berikut
10 tips belajar efektif menghadapi ulangan akhir semester,
yakni :
1. Menciptakan suasana belajar yang nyaman.
Banyak hal yang bisa dilakukan dengan suasana belajar yang nyaman. Sambil
mendengarkan musik atau tempat belajar yang sesuai dengan
"mood" anak.
Di kamar, ruang keluarga atau teras rumah dan sebagainya. Sebagai orang tua
kita harus memahami bahwa anak memiliki gaya belajar sendiri-sendiri, kita
dukung saja. Hanya sesekali kita melakukan kontrol, supaya suasana belajar yang
diciptakan anak jangan sampai mengganggu konsentrasi belajar si anak sendiri.
2. Memilih waktu yang tepat.
Memang tidak semua anak memiliki waktu belajar yang sama, namun biasanya waktu
yang tepat untuk menguasai materi pelajaran adalah malam hari dan pagi hari.
Malam hari digunakan untuk membaca, menghapal dan memahami materi, sedangkan
pagi hari, pada saat tubuh anak lebih fresh bisa dimanfaatkan untuk mengulang
materi kembali.
3. Mencatat pokok-pokok materi pelajaran.
Menghapal sekian banyak materi pelajaran tidaklah mudah, apalagi gaya belajar
si anak terbiasa dengan SKS atau sistem kebut semalam. Mengambil intisari atau
rangkuman setiap pelajaran yang sudah dibaca akan mempermudah kemampuan daya
ingat akan materi pelajaran.
4. Banyak-banyak membaca.
Membaca adalah kunci belajar, paling tidak, membaca materi pelajaran 2 kali
dalam sehari akan menambah daya ingat. Jika hal ini bisa dilakukan, maka otak
akan lebih mudah menyimpan materi dalam waktu lama dan anak tidak gampang lupa.
5. Memahami materi, tidak sekedar menghapal.
Salah satu kesalahan dalam gaya belajar adalah sekedar menghapal. Menghapal
memang penting, namun memahami materi jauh lebih penting. Anak boleh jadi
memiliki kemampuan menghapal 100% detail pelajaran, namun usahakan agar anak
mengerti dan memahami maksud dari materi pelajaran tersebut. Hapal dengan
materi pelajaran tidak dijamin ingat dalam waktu lama, namun mengerti dan
memahami materi, tidak akan mudah lupa.
6. Menghapal dan memahami kata-kata kunci.
Ajarkan pada si anak untuk membuat kata-kata kunci supaya lebih mudah diingat
memori otak saat belajar dan dibutuhkan dalam menjawab soal-soal ujian.
7. Berlatih dengan menjawab soal.
Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya ada soal-soal latihan. Ajarkan si
anak untuk mencoba berlatih dengan menjawab soal-soal tersebut sebagai tolok
ukur kemampuan belajar anak dalam penguasaan materi yang sudah dipelajari.
8. Istirahat cukup.
Belajar boleh giat dan rajin, namun jangan lupakan untuk istirahat, karena
setiap jeda akan digunakan untuk melemaskan tubuh dan pikiran. Dengan
beristirahat, maka tubuh dan pikiran akan menjadi lebih segar.
9. Siapkan mental.
Banyak kejadian bahwa pada saat mendekati ujian, si anak sudah terbebani dengan
berbagai macam pikiran. Takut tidak bisa mengerjakan, nilai jelek, dimarahi
orang tua dan sebagainya sehingga mengurangi kesiapan anak dalam menghadapi
ujian. Orang tua harus
menumbuhkan kepercayaan diri anak, dengan memberikan
pengertian dan motivasi. Ujian adalah hal biasa, atau seperti ulangan-ulangan
harian saja, ajarkan pada anak untuk selalu optimis.
10. Jaga kesehatan anak.
Hal yang tidak kalah penting disiapkan adalah
menjaga tubuh supaya tetap sehat. Seperti kata
pepatah, "Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat". Proses
belajar untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian akan menguras begitu
banyak energi anak, maka berilah anak asupan-asupan bergizi, susu, vitamin dan
lain-lain sehingga tubuh tetap sehat dan bugar